Breaking News

Nyali Mahdi Efendi Dalam Membenahi Aceh Barat Yang Ditinggalkan “Awak Droe”

Bimcmedia.com
Bimcmedia.com | Nyali Mahdi Efendi dalam Membenahi Aceh barat yang ditinggalkan "awak droe"/Ist

Bimcmedia.com, Meulaboh; Usai menerima amanah pada tanggal 11 Oktober 2022, Kepala Dinas Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Aceh Drs. Mahdi Efendi dianjong Mon mata Banda Aceh dilantik oleh Penjabat Gubernur Aceh Ahmad Marzuki bersama sejumlah tokoh penting lainnya sebagai Kepala Daerah Kabupaten Aceh Barat yang baru saja ditinggalkan penguasa hasil pemilihan rakyat pada Pilkada 2017 silam.

Usai menerima amanah dan mengucap sumpah dihadapan para undangan , dilanjutkan dengan foto bersama , sejumlah tokoh merapat sambil mengucapkan selamat dan membisik sesuatu tentang wajah bumi Teuku Umar yang ditinggalkan Ramli.Ms, di sela sela tersebut Mahdi Effendi yang diapit alumni Sekolah Tinggi Pemerintah Dalam Negeri (STPDN) kerap mengeluarkan kata terimakasih dan mohon dukungan.

Seminggu setelah menjabat sebagai pengendali Aceh Barat baru memasuki wilayah kerja, tantangan pertama yang dialaminya terpaksa menumpang tinggal di kamar kontrakan karena pendopo dambaan Masyarakat dalam kondisi rusak parah dan bocor karena tak terjaga selama 5 tahun lamanya.

Sementara bekas Kantor Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) terletak pada jalan imam Bonjol yang oleh Bupati Ramli.MS menjadikan rumah dinas, dilarang banyak orang untuk menempatinya, tentu itu bertebar isu bahwa tempat tersebut kurang baik, pernah terjadi insiden pemukulan ulama dan diduga banyak aset telah raib sehingga aktif disoroti oleh pihak Legislatif.

Dalam perjalanan kerja PJ.Bupati Mahdi Effendi dimulai dari merenovasi rumah dinas hingga bisa menempati dilanjutkan dengan observasi lapangan sehingga terungkap berbagai masalah di Bumi Teuku Umar, lalu membuat berbagai kalangan heran selama 5 tahun dikalikan anggaran Rp 1 triliunan tiap tahunnya dibawa kemana dan apa warisan yang ditinggalkan.

"Jika Anggaran pendapatan dan belanja daerah Rp 1,2 triliun maka dikali 5 tahun total uang rakyat Aceh Barat Rp 60.000 juta, lalu apa yang ditinggalkan Bupati Ramli" Ungkap sejumlah orang yang mengamati pembangunan.

Hal tersebut juga sudah berlalu, nyali dan fungsi pengawasan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat dapat dikatakan lemah dan tak serius saat itu, sehingga triliunan anggaran yang dikumpulkan dari tukang parkir, retribusi pedagang kaki lima di pasar, kutipan pada penjahit sepatu, pajak pembeli rokok dan lainnya hilang begitu saja, kemudian ditinggalkan jembatan penghubung Pante cermin dan Pompa air dalam kondisi Sekarat di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Meulaboh serta sejumlah infrastruktur kebutuhan mendesak rakyat.

Maka dengan kehadiran PJ.Bupati Mahdi Effendi dapat dikatakan dengan kata lain bukan orang kita (Awak Droe) walaupun sesama Aceh, banyak beban masa lalu yang harus dipikul, namun amatan bimcmedua.com di lapangan walau dalam badai dirinya terus melangkah, anehnya pengendali lampu sorot didominasi kaum intelektual mantan penguasa, yang dapat dikatakan seperti mengajak berbagai kalangan guna membuka memori lama tentang pembangunan tanpa memberi longgar waktu ke penjabat baru.

" Sepertinya itu salah strategi dan salah pengarahan, dikhawatirkan nanti terbuka celana mantan penguasa, "

Informasi yang beredar PJ. Bupati telah membenahi PDAM Tirta Meulaboh karena itu kebutuhan mendesak rakyat, memberhentikan sejumlah pejabat diduga Amoral serta melakukan kerjasama dengan ulama dalam penegakan syariat Islam secara perlahan.

Disektor lain, PJ Bupati dituntut agar bernyali dalam membenahi Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) , jika para pembantu yang tidak loyal pada pimpinan sebaiknya segera di mutasi, karena posisi Kepala Dinas dan Camat tempat bergantung banyak orang, jangan lelet , biarkan penguasa lama istirahat, karena rakyat butuh perubahan.

Berbagai kalangan gantungkan harapan, kapan PJ Bupati yang dianggap bukan orang kita (Awak Droe) mengambil keputusan tegas untuk mengganti Pelaksana Tugas (Plt) dengan pejabat definitif dan memutasi pejabat yang tak produktif, ingat pak tiap tahun minimal Rp 1 triliun tak berbekas, dasar itu harapan orang agar Mahdi Effendi meninggalkan jasa bukan menambah luka. Semoga.jika tulisan ini banyak kekurangan , akan dibenahi kembali.

---

(Cored)

Komentar

Loading...
error: Content is protected !!