Breaking News

PB HMI Gelar Demo di DPR RI dan Istana, Tolak Wacana Kenaikan BBM

Laporan ,
Bimcmedia.com
Bimcmedia.com | PB HMI Gelar Demo di DPR RI dan Istana, Tolak Wacana Kenaikan BBM

Bimcmedia.com, Jakarta; Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) menggelar aksi unjuk rasa, di depan Istana Negara dan DPR RI terkait wacana Pemerintah mau menaikkan harga BBM. Senin, 29 Agustus 2022.

Aksi demo itu untuk menolak keras rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes terhadap rencana pemerintah yang akan kembali menaikkan harga bahan bakar minyak atau BBM, dalam kondisi saat ini rencana kenaikan harga BBM subsidi bukanlah satu pilihan yang tepat, dikarenakan ekonomi masyarakat belum pulih pasca pandemi covid-19.

Sebelum aksi pada hari senin 29/08/22 ini PB HMI telah menginstruksikan peda kader dan pengurus HMI di Badko (badan koordinasi), cabang serta komisariat yang ada di seluruh Indonesia untuk menggelar demo serentak di masing-masing daerah dalam rangka menolak kenaikan harga BBM.

Instruksi itu tertuang dalam surat instruksi PB HMI yang diterbitkan pada Jumat (27/8). Surat itu ditandatangani oleh Ketum PB HMI Raihan Ariatama dan Sekjen Ichya Alimudin.

"Diinstruksikan untuk aksi serentak yang dilakukan secara damai dan tidak anarkis. Pada Senin, 29 Agustus 2022, pukul 10.00 WIB sampai dengan selesai," tulis surat Instruksi PB HMI.

Ketua umum PB HMI, Raihan Ariatama mengatakan, demo itu merupakan respons mereka terhadap wacana kenaikan harga BBM yang disebut mengorbankan ekonomi masyarakat.

"Menolak rencana pemerintah untuk menaikkan harga BBM bersubsidi karena akan mengorbankan kondisi ekonomi rakyat, terutama masyarakat kelas menengah ke bawah dan pelaku UMKM, yang belum sepenuhnya pulih akibat terpaan pandemi COVID-19," ujar Raihan dalam keterangannya.

Selain itu, PB HMI meminta pemerintah untuk mencabut kebijakan kenaikan tarif dasar listrik dan juga mendesak pemerintah untuk memberantas mafia migas dan pertambangan secara adil dan transparan.

"Meminta pemerintah untuk mencabut kebijakan kenaikan tarif dasar listrik, dan mendesak pemerintah untuk memberantas mafia di sektor minyak, gas (migas) dan pertambangan dengan melakukan penegakan hukum yang adil dan transparan dari hulu ke hilir," tutur Raihan.

Massa aksi Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) di depan gedung DPR RI sempat diwarnai kericuhan. Peserta mulai membakar ban, spanduk, memukul tong dan pagar. Mereka meminta agar diizinkan masuk ke dalam gedung DPR RI, ataupun mereka meminta agar ada perwakilan DPR RI datang menemui mereka untuk menyampaikan tuntutan.
Aksi tersebut diikuti orasi oleh salah satu anggota, serta teriakan 'revolusi! revolusi!' dari massa lainnya. Sebelum demo di depan DPR RI, massa lebih dulu menggelar aksi di depan Istana Negara.

Meski begitu kericuhan tidak sampai membesar. Koordinator aksi dapat menenangkan massa. "Hey, tenang-tenang. Kita aksi damai," kata koordinator di atas mobil komando,

Tak lama kemudian, Ketua Umum PB HMI Raihan Ariatama juga menyampaikan orasi di atas mobil komando yang terparkir tak jauh dari gerbang. Ia menyampaikan sejumlah tuntutan dalam demo ini, salah satunya menolak rencana kenaikan BBM yang menuai banyak protes, tutup Ketua umum PB HMI, Raihan Ariatama.***

Komentar

Loading...
error: Content is protected !!