Pembangunan Pasar hewan Rp.630 Juta Disorot Mahasiswa, Begini Penjelasan KADISBUNNAK

Pembangunan Pasar Hewan
Pembangunan Pasar Hewan yang Terabaikan | ©2022 bimcmedia.com

bimcmedia.com, Meulaboh : Pembangunan pasar hewan kabupaten Aceh barat yang terletak di kawasan gambut Gampong Suak ni kecamatan Johan pahlawan dengan buaya lebih kurang Rp.630 juta disorot Mahasiswa terkait kualitas kontruksi, menyikapi hal tersebut Kepala Dinas Perkebunan dan peternakan Aceh Barat memberi penjelasan.

Sekretaris Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Hukum Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Teuku Umar (UTU) Meulaboh Khairul Adami kepada media senin (6/6/2022) mengatakan, berdasarkan papan proyek diketahui pasar hewan dibangun dengan dana Anggaran Pendapatan Belanja Kabupaten (APBK) 2022 dengan kisaran sekitar Rp.630 juta, namun sepertinya kualitas kontruksi diragukan.

Berdasarkan temuan di lokasi pasar hewan, tapak tiang bangunan sudah karatan, kemudian lantai terdapat plaster yang beda usia dengan sebelumnya berat dugaan lantai itu retak karena pondasi bangunan turun.

" Sepertinya kualitas bangunan rendah, ada kejanggalan Kami temukan di kontruksi, semoga pengawas dan Dewan dapat meninjau proyek pasar hewan tersebut" ujar Adam berharap.

Kalau ditinjau dari biaya Rp.630 juta lebih harusnya kualitas bangunan tak seperti itu, demi kepentingan Masyarakat ia berharap tim pengawas dan Wakil Rakyat dapat turun melihat langsung kondisi bangunan tersebut, itu penting agar Rakyat tidak dirugikan.

Pemerintah dan rekanan jika ingin mencari keuntungan mohon jangan terlalu berlebihan pada uang rakyat, pasar hewan itu dilahan gambut maka sangat diperlukan kualitas jangan seperti beberapa gedung di sekitar itu yang tenggelam diserap gambut, pungkas Adam.

Sementara secara terpisah Kepala Dinas Perkebunan dan peternakan Aceh Barat Danil Adrial kepada media Selasa (7/6/2022) menjelaskan, sorotan Mahasiswa tentang biaya pembangunan pasar hewan Rp 630 juta tidak benar, karena itu terbagi dua bagian kontruksi dan penimbunan.

Semua Anggaran tersebut Rp 631 juta dibagi dua item pertama timbunan Rp.205000.000.- (Dua ratus lima juta rupiah) sedangkan untuk kontruksi hanya Rp 349 juta termasuk pajak 57 juta didalamnya, rinci Danil kepada media.

"Kontruksi luasnya 8,4 m x15,4 m per segi panjang, keluar secara bujur sangkar 129,6 M bujur sangkar, jadi biaya per meter bujur sangkar keluar Rp 206.97000.- (Dua ratus enam juta sembilan puluh tujuh ribu" kata Kadis.

Sedangkan biaya Pembebasan lahan bukan pada Dinas Perkebunan dan peternakan melainkan dibawah Dinas pertanahan Aceh Barat, pungkasnya.

Ditanya tentang kontruksi ditemukan kejanggalan, Daniel mengatakan pembangunan tersebut masih dalam pemeliharaan, semen baru diatas lantai tersebut merupakan cor untuk pemerataan, tidak benar apa yang disampaikan dewan dan Mahasiswa, lebih detail bisa ditanyakan langsung ke Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)

" Apa yang sorot Anggota Dewan dan Mahasiswa itu tidak benar, lagian sampai saat ini proyek itu masih dalam tahap pemeliharaan maka jika benar ada kejanggalan beritahu saya agar disampaikan pada rekanan" tegas Danil.

Demi kepentingan Masyarakat, dirinya sangat berharap masukan dan saran, jika bangunan tersebut diduga mahal pihak dinas siap menjelaskan, dan apabila ada temuan tak sesuai beritahukan biar disampaikan ke rekanan, supaya setiap bangunan yang ada terjamin mutu kontruksi

___

(fitriadi)

Komentar

Loading...
error: Content is protected !!