Pemerintah Tak Sediakan Fasilitas, Penjual Daging Sewa Lapak Dari Pedagang Ikan

Pemerintah Tak Sediakan Fasilitas, Penjual Daging Sewa Lapak Dari Pedagang Ikan
Penjual daging meugang bercampur dengan pedagang ikan di Pasar bina usaha Meulaboh, foto direkam minggu (11/4/2021) /bimcmedia.com

bimcmedia.com, Meulaboh : Dengan megang tahun 2021 sudah dua musim pemerintah Aceh Barat tidak memperhatikan para penjual daging srehingga lapak dagangan tidak tersedia akhirnya para pemotong hewan berpencar dalam menjajakan hewan potong

Salah seorang penjual daging megang dalam kota Meulaboh Idrus kepada bimcmedia.com minggu (11/04/2021) saat dijumpai di lapak dagangan nya yang jauh dari Pasar bina usaha Meulaboh mengatakan tahun ini pemerintah tidak menyediakan pancang untuk jualan sehingga pedagang mesti mencari lokasi sendiri

" Kami jualan diluar Pasar karena tidak ada tempat dalam Pasar, sebab lapak dagangan sudah dikuasai orang, bila ada yang minat mana mesti membayar sewa pada pemiliknya" Jelas pedagang itu

Padahal lokasi jualan itu milik pemerintah, biasanya setiap tahun di sediakan fasilitas oleh pemerintah untuk pedagang musiman dengan membayar retribusi, namun tahun ini kami harus menyewa pada penguasa lokasi, akhirnya banyak pedagang memilih tempat sendiri walaupun diluar Pasar, terangnya

Pedagang lainnya yang berjualan di Pasar bina usaha Meulaboh Nurdin mengaku bahwa dirinya menyewa lapak jual Daging megang dari penjual ikan dengan harga Rp. 150.000.-/hari

Harusnya pemerintah memikirkan nasib para penjual daging megang, menyediakan fasilitas seperti tahun-tahun sebelumnya, jangan berpencar seperti sekarang ada di dalam dan luar Pasar, harapnya

Media pedagang terset berharap pemerintah menertipkan pedagang saat meugang, agar harinya ditentukan dan fasilitas di sediakan, sebab kita punya pemerintah jangan menyewa lapak pemerintah dari orang lain, di mana keadilan dan kepedulian untuk para pencari rezeki megang.

Baca Juga :

" Harusnya pemerintah tegas, jangan membiarkan Masyarakat penjual daging meugang mencari lapak pada orang lain, sehingga membuat pedagang tidak kompak, tidak tertip layaknya tahun-tahun sebelumnya" Ujar Nurdin bernada kecewa.

Pantauan bimcmedia.com di pasar bina usaha Meulaboh tepatnya di jalan H. Daod Dariah II tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, di mana pada hari meugang pemerintah menyediakan fasilitas dan umumnya diisi oleh penjual daging

Untuk tahun ini, jalan tersebut diisi oleh penjual sayur, penjual ikan dan lainnya, sebab Mereka sudah duluan menguasai lokasi tersebut, dan tidak terlihat aparat pemkab untuk menertibkannya, selain itu meugang sudah berlangsung leboh dari satu hari, pengatur lalu lintas juga tidak ada, terkesan seperti kota tak bertuan.

Dikonfirmasi keep juru bicara Aceh Barat Amril Nutihar terkait tidak tertipnya hari meugang melalui pesan WhatsApp, sampai berita ini diturunkan belum mendapat balasan.

---

[FL]

Komentar

Loading...
error: Content is protected !!