PEMILU 2024 Dikhawatirkan Lahir Wakil Rakyat yang Dendam Politik karena Cost Tinggi

Pemilu
Para CALEG saat ini bolak balik ke Jakarta untuk loby posisi urutan, begitu juga yang maju ke DPRA dan DPRK | Sumber Gambar : Google

Bimcmedia.com, Coretan Redaksi : Pada Februari 2024 Komisi Pemilihan Umum (KPU) kalau di Aceh dikenal dengan Komisi Independen Pemilihan (KIP) di Aceh akan melangsungkan tahapan pemilihan Anggota Legeslatif baik tingkat pusat maupun Kabupaten/kota di seluruh Indonesia

Jelang rekrutmen Calon Legeslatif, di berbagai media terpantau para pengurus Partai Politik baik Nasional maupun Partai Lokal di Aceh terlihat sedikit kewalahan mencari figur yang tepat untuk mewakili Parpol atau mewakili Rakyat menuju gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)

Hal yang membuat Partai Politik sedikit kewalahan merekrut CALEG bukan faktor krisis kader, melainkan sistem PEMILU 2024 yang belum dibunyikan palu oleh Mahkamah Konstitusi, terbuka atau kembali dilangsungkan secara proporsional tertutup

Bagi partai politik yang telah melewati orde lama, orde baru dan reformasi apapun keputusan MK Mereka siap mengikutinya, sebagaimana disampaikan Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Prof Yusril Ihza Mahendra kepada media Selasa(2/5/2023)

Hal lain yang membuat banyak kader batal maju sebagai wakil rakyat karena kemungkinan akan berlaku sistem pemilu digelar secara proporsional tertutup, nah bila ini terjadi maka CALEG nomor 1 disetiap Daerah Pemilihan (DAPIL) jelas sangat diuntungkan, sementara urutan dibawahnya harus menunggu suara lebih dari nomor pertama, hal ini semua disadari bukan perkara l mudah untuk pembengkakan suara di zaman sekarang ini

Lagian, berdasarkan hasil wawancaranya dengan sejumlah Partai Politik di Aceh Barat, terungkap saat ini kewalahan mencari keterwakilan perempuan di Calon Legeslatif sebanyak 30% Setiap Dapil, banyak para pimpinan yang harus menitipkan anak dan istrinya, bukan hanya itu, Konflik internal juga mulai terlihat riaknya karena hampir semua pengurus senior mengharapkan posisi nomor satu , padahal secara materil jelas tidak mampu

CALEG nomor urut satu cost politiknya jelas lebih tinggi, dimana urutan dibawahnya menolak kerja politik dengan alasan tidak punya modal, selain itu perjanjian juga mesti dibuat sebelum tahapan kompanye seperti Rencana Pergantian Antar Waktu (PAW) bila terpilih menjadi anggota Legeslatif, atau kesepakatan membayar suara hasil kerja politisi dibawahnya, bisa jadi juga membuat pernyataan murni membantu posisi nomor satu, nanti terserah terkait kepedulian padanya

Jika Kita amati Pemilihan Umum 2024 khusus untuk Dewan Perwakilan Rakyat jelas mulai saat ini bagi CALEG ambisius telah mengeluarkan banyak biaya, loby politik untuk posisi terus dilakukan, bolak-balik ke jakarta menjumpai para pengambil kebijakan, membiayai program perintah Ketua Umum dan lainnya , begitu juga yang maju ke DPR Aceh maupun DPRK terus mempengaruhi petinggi agar tercapai tujuan saat penetapan para calon Dewan dari partai politik nantinya

Selain itu, issu juga berhembus , Masyarakat telah menetapkan

 pasaran suara antara Rp.300 hingga Rp.400. ribu rupiah, namun masih terdapat juga Manusia bersih dalam menyukseskan pesta demokrasi secara adil

Harapan banyak Masyarakat, PEMILU 2024 nantinya terpilih wakil rakyat yang bermoral, punya kemampuan intelektual dan responsif terhadap permasalahan Rakyat, bukan Mereka para pendendam politik, mewujudkan persta Demokrasi yang bersih, jujur dan adil di era sekarang ini berat, tapi paling tidak masih ada upaya mempertahankan itu, semoga agenda lima tahunan berlangsung Damai dan tidak Merusak kerukunan dalam berbangsa dan bernegara. Salam CoRed.

(CoReD bimcmedia.com)

Komentar

Loading...
error: Content is protected !!