PEMKAB Simeulue Akan Membuka Kembali WISMAN

bimcmedia.com/Jembatan Merah di labuhan bajau, salah satu lokasi wisata diminati kepulauan Simeulue/ist

bimcmedia.com, Simeulue : Dampak dari pandemi Covid19 , sektor wisata di kepulauan Simeulue mengalami penurunan pengunjung secara drastis baik wisatawan lokal maupun lainnya

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Simeulue Abdul Karim kepada bimcmedia.com jum'at (20/11/2020) menjelaskan, sejak bulan April 2020 kondisi pariwisata Simeulue lesu. Hanya para wisata lokal sekedar rekreasi keluarga yang tetap berjalan

Sebenarnya Kalau tempat wisata di Simeulue cukup banyak, umumnya pantai, pulau dan danau, di pulau sinabang Pantai yang banyak dikunjungi oleh wisatawan untuk rekreasi antara lain Pantai Alaek Sektare, Pantai Batu Alafan atau Batu Siambung-siambung, pantai Ujung Balla, pantai Busung, pantai Ganting, Pantai Pasir Tinggi, Pantai Naibos, Pantai Babang, Pantai Along dan Pantai Suak Baru.jelasnya

Sementara untuk pulau yang paling diminati adalah Pulau Pinang dan Pulau Mincau, Serta kawasan wisata Danau yang diminati yakni laut tawar dengan panorama Jembatan Pelanginta, sedangkan di labuhan bajau terkenal dengan Jembatan Merahnya, kata kadis

"Jika di lihat secara persentasenya, selama covid 19, khusus wisatawan asing menurun ke 0 %, tanpa kunjungan karena kondisi dan himbauan dari pemerintah daerah" ungkap Kadis.

Sementara wisatawan lokal yang karena dampak ekonominya sehingga pengunjung ke lokasi wisata juga mengalami kelesian diperkirakan menurun hingga 50 - 60 %.

"Menurut Karim, hari ini Bupati Simeulue, unsur Forkompimda dan SKPK terkait juga merupakan unsur Satgas Covid 19 Kabupaten tersebut telah melakukan rapat evaluasi dan kajian untuk kembali membuka kunjungan wisata manca Negara (WISMAN)"

Dari hasil rapat tersebut dalam beberapa hari kedepan pemerintah Simeulue sudah kembali menerima Wisman tetapi masih dibatasi kepada wisatawan asing yang sudah berada di Indonesia setidaknya 10 hari telah berda di daerah lain, tambahnya

Dirinya menegaskan 10 hari sudah di Indonesia, misalnya sudah ke bali, lombok, sabang dan daerah lain. Kalau sudah begitu dianggap sudah aman masuk ke Simeulue yang dibuktikan dengan surat keterangan kesehatan dan tentu tetap rapid. Sekedar menjaga dan memutus mata rantai penularan covid-19

Pemerintah Simeulue berharap setiap pengunjung yang akan datang ke lokasi wisata untuk tetap mematuhi aturan yang berlaku terutama Protokol Covid19 agar Kenyamanan Masyarakat di pulau tersebut tidak terganggu dan pemerintah sangat berharap dukungan semua pihak untuk kemajuan Simeulue, pungkasnya.

---

(rovky)

Komentar

Loading...
error: Content is protected !!