Penangkaran Buaya Di Area Wisata Manggrove

bimcmedia.com, Calang : Bila pembaca berita ini ada melintas ke pantai Barat Aceh, ingin berkunjung ke sejumlah area wisata untuk mencari hiburan baik secara pribadi maupun kelompok atau sekeluarga, jangan lewatkan area wisata mangrove di Calang kabupaten Aceh Jaya.

Kawasan wisata mangrove Aceh Jaya/bimcmedia.com/Foto : FL

Lahan manggrove seluas 300 hektar telah di relise media atau resmi dibuka pada januari 2020, selama ini telah ramai pengunjung, karena Covid-19 melanda akhirnya area wisata tersebut sepi dan pendapat Asli Daerah (PAD) menurun drastis, demikian disampaikan Pengelola Wisata Manggrove Abdul hadi kepada bimcmedia.com sabtu (18/10/2020)

” sejak diresmikan januari lalu, area wisata manggrove kita buka 6 paket yakni Wisata, Mancing, edukasi Manggrove, rumah bibit, kuliner dan penangkaran Buaya” ujarnya.

Penangkaran buaya/bimcmedia.com/Foto : tripadvisor

Ditanya berapa banyak buaya disana, hadi mengatakan tidak dapat dihitung lagi namun kebanyakan diluar area sementara dalam kawasan wisata kurang, daerah mendekati lhot bot luar biasa banyak.

Bagi pengunjung yang ingin melihat berbagai adegan buaya dikawasan tersebut, pihak pengelola wisata menyediakan boat besar yang telah dipastikan aman untuk melintas dikawasan itu

” Untuk melihat Buaya disana Insya Allah aman, karena kita ada boat. Angkutan berkapasitas besar sebagai alat transportasi menuju kesana” ujarnya meyakinkan

Selama covid-19 melanda pengunjung drastis menurun, PAD saja kurang mendapat dari 7 juta kini hanya berhasil dikumpulkan sekitar 2-3 juta, yang datang ke area wisata saat ini kebanyakan paket Edukasi Manggrove dari Mahasiswa dan Pelajar, Mereka tidak dipungut biaya alias gratis.

Lembaga Eko wisata manggrove didirikan Abdul hadi dengan tujuan ingin menyelamatkan sejuta Manggrove , kalau tanaman itu tidak dijaga mungkin sudah punah, maka sejak pasca tsunami program tersebut diluncurkan dengan memilih kawasan di gampong baro, daerah Rigaih Aceh jaya.

Ketua Eko Wisata Manggrove menambahkan, pengunjung ke wisata tersebut tetap harus mengikuti protokol kesehatan, diluar Aceh Jaya tamu diminta repit-tes, demi kita menjaga bersama, dirinya berharap informasi wisata tersebar luar dan pengunjung makin meningkat.

(FL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: