Penolakan Qanun RT-RW di Panga, Timbulkan Keresahan Warga

bimcmedia.com, Calang : Polemik tapal batas antar kecamatan Teunom dengan Panga hingga saat belum sempurna tuntas. Pihak kecamatan Teunom menolak penegakan qanun RT-RW sehingga terkesan gaduh.

Suasana di tapal batas Kecamatan Panga dan Teunom Aceh Jaya/Maimun panga /FL

Kita sampai saat ini masih mengakui pemerintah kabupaten Aceh Jaya sah, sehingga setiap aturan yang di terbitkan pemerintah kami hormati dan kami laksanakan, termasuk qanun tentang RT-RW Aceh Jaya” ujar Maimun Panga, melalui aplikasi whatsapps kepada bimcmedia.com, kamis (17/09/2020).

Menurut maimun, jika kita ungkit sejarah, batas Panga Teunom sudah bergeser, dari bekas kantor TWC ke kebun jabon, untuk wilayah pesisir, untuk kawasan arah gunung terjadi penyempitan, telah bergeser dari seharusnya di Alue Buya.

“Karena kami taat hukum, maka kami ikhlas dan menerima qanun yang di terbitkan pemerintah” tegas Maimun.

Dirinya menambahkan, apabila qanun itu di revisi, tentu pihaknya akan memberikan kesaksian sejarah dan dokumen-dokumen otentik guna mendukung keputusan yang objektif.

“Jika di revisi qanun, pasti ada mekanismenya, dan kita punya dokumen yang dapat di pelajari oleh pemkab aceh jaya” katanya.

Kita hindari konflik perbatasan, maka masyarakat Panga akan ikuti peraturan pemerintah, pun demikian warga berharap mesti diberlakukan secara adil dan diperjelas batas wilayah sesuai qanun dan hukum adat sebagaimana mestinya. Harap tokoh muda Aceh Jaya tersebut.

(FL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: