Pentingnya Edukasi dan Kolaborasi Bersama Untuk Percepatan Penurunan Stunting di Aceh Barat.

Laporan ,
Pentingnya Edukasi dan Kolaborasi Bersama Untuk Percepatan Penurunan Stunting di Aceh Barat.

Bimcmedia.com, Meulaboh: Dalam rangka menjalankan amanat Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting dengan angka 14 persen, melalui sistem pendekatan keluarga sangat perlu adanya kolaborasi bersama.

"Secara target nasional kita harus mampu menurunkan stunting di Kabupaten Aceh Barat pada angka 14 persen sesuai dengan amanat Perpres tersebut dan tentunya gerakan ini dilakukan secara nasional untuk mencapai Generasi Emas Tahun 2045 Mencapai SDM Unggul Indonesia Maju” kata Kepala DP3AKB Kabupaten Aceh Barat, Teuku Juanda, S. Pd yang didampingi T.Masren alias Rajo Meulaboh kepada Bimcmedia.com Jum'at (20/01/2023).

Untuk mencapai hal tersebut Teuku Juanda menyebutkan ada 4 (empat) point yang harus dilakukan, diantaranya Memiliki kecerdasan yang komprehensif (produktif dan inovatif), Sehat menyehatkan dalam interaksi alamnya, Damai dalam interaksi sosialnya dan berkarakter kuat, serta berperadaban unggul.

Dalam mencapai Visi Republik Indonesia 2045 untuk menjadi Indonesia Negara Maju, maka terdapat 4 (empat) peraturan pelaksanaan sebagai turunan Peraturan Presiden dan 3 (tiga) diantaranya berada dibawah koordinasi BKKBN, secara umum kami membutuhkan kolaborasi pemangku kepentingan, orang perorangan, akademisi, organisasi profesi, dunia usaha, media massa, organisasi masyarakat sipil, perguruan tinggi, tokoh masyarakat, tokoh agama, mitra pembangunan yang terkait dengan percepatan penurunan stunting serta termasuk juga masyarakat secara umum tuturnya.

Untuk Kabupaten Aceh Barat saat ini kita sedang melakukan penginputan data gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, tinggi badan yang dibawah standard yang ditetapkan oleh Menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan dibidang kesehatan.

Sementara itu, Satgas Percepatan Penurunan Stunting PPS Aceh Barat, Teuku Masren mengatakan, kami selaku Satgas siap melaksanakan fungsi konsultasi, fasilitasi koordinasi dan penguatan penyediaan Satu Data Stunting kepada Pemerintah, Pemprov, Pemkab hingga ketingkat layanan sesuai arahan dan instruksi Ketua Pelaksana.

Kita juga akan memastikan pelaksanaan 8 (delapan) Aksi Integrasi Intervensi Penurunan Stunting di Kabupaten Aceh Barat, dengan pemanfaatan hasil pendataan keluarga 2021 dan pemuktahirannya untuk memetakan keluarga beresiko stunting secara real time dan kita mencari penyebab terjadinya kasus stunting sebagai upaya pencegahan terjadinya kasus serupa dengan menyusun Rencana Aksi Tim PPS Kabupaten Aceh Barat dan sektor kelembagaan lainnya, ucapnya.

Dalam pelaksanaan program dan kegiatan Percepatan Penurunan Stunting pelibatan secara konvergen dan terintegrasi, maka kami akan mengkoordinasikan, mensinergikan dan mengevaluasi penyelenggaraan Percepatan Penurunan Stunting di wilayah Aceh Barat, mulai dari Pemerintah Aceh Barat sampai keperangkat gampong dengan menggunakan Satu Data Terpadu untuk Strategi Percepatan Penurunan Stunting.

Dalam upaya pencegahan, perlu adanya inovasi kegiatan untuk meningkatkan ekonomi keluarga dengan melibatkan semua pihak untuk menciptakan Gampong Tangguh atau Keluarga Berkualitas, juga Kepala DP3AKB menghimbau kepada Instansi Pemerintah dan Instansi Vertikal di Kabupaten Aceh Barat agar mau bersama-sama berpartisipasi dalam membenahi masalah percepatan penurunan stunting ini. tutupnya.

Komentar

Loading...
error: Content is protected !!