Peserta Kartu Prakerja Sudah Lolos Dinonaktifkan, Begini Alasannya

bimcmedia.com, Jakarta : Kartu prakerja gelombang ke 10 menjadi gelombang terakhir di tahun 2020. Ada informasi terbaru terkait penerima Kartu Prakerja Dinonaktifkan meskipun  yang sudah dinyatakan lolos. Sehingga gelombang  selanjutnya menjadi sebuah harapan bagi mereka yang belum berhasil.

Kartu Prakerja Dinonaktifkan
Ilustrasi Gambar

Ada informasi terbaru terkait penerima Kartu Prakerja Dinonaktifkan meskipun  yang sudah dinyatakan lolos.

Sebab, setelah dinyatakan lolos peserta diwajibkan untuk mengikuti pelatihan pada platform digital yang sudah disediakan. Apabila setelah dinyatakan lolos, selama 30 hari belum dibeli pelatihan awal, maka peserta akan dicabut atau Dinonaktifkan Kartu Prakerja meskipun sudah dinyatakan lolos.

Akibatnya setelah di non aktifkan kartu prakerjanya, peserta tersebut juga akan di blacklist dari program Kartu Prakerja. Dengan demikian saldo yang didapatkan akan hangus dan dikembalikan ke negara.

Seperti dilansir dari kompas.com, (06/10/2020), managemen pelaksana program kartu prakerja, Lousisa Tuhatu, mencatat banyak peserta yang sudah dinyatakan lolos dari gelombang pertama hingga keenam masih belum beli pelatihan pertamanya dalam batas waktu yang sudah ditentukan.

“Sudah 270.000 peserta yang sudah dinyatakan lolos dari gelombang pertama hingga keenam dicabut atau Dinonaktifkan akibat belum membeli pelatihan pertama dalam waktu 30 hari sejak dinyatakan lolos” kata Lousisa seperti dilansir di laman kompas.

Maka kemungkinan peserta yang sudah dicabut kesertaannya akan dialihkan ke gelombang 11 pada tahun 2021, pihaknya belum memberikan kepastian.

” Pihaknya masih harus menunggu keputusan dari Komite Cipta Kerja (KCK)” tutup Lousisa.

(AN)

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: