Pilchiksung Aceh barat Terancam Gagal , Ini Kata Pimpinan DPRK

Pilchiksung
Ilustrasi Gambar kontak PEMILU PILKADES

Bimcmedia.com, Meulaboh : Bupati Aceh barat Ramli Ms rencana melaksanakan Pemilihan Keuchik secara langsung (Pilchiksung) pada April 2022, namun rencana tersebut terancam gagal sebab anggaran yang tersedia untuk pelaksanaan pemilihan 297 Gampong  hanya Rp 200 juta rupiah

Kalau dipaksakan pemilihan Keuchik langsung dapat dipastikan tidak jalan, karena Syarat Pilciksung harus tersedia anggaran dalam Anggaran Pendapatan Belanja Kabupaten (APBK) murni , sementara hingga saat ini Anggaran itu belum tersedia, demikian  disampaikan pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat Ramli,SE kepada bimcmedia.com Rabu (13/4/2022)

Per desa membutuhkan biaya pelaksanaan Keuchik minimal Rp.16-20 juta, jumlah Keuchik  hampir 300 ,Gampong,  berapa biaya diperlukan, sedangkan yang tersedia dalam APBK murni hanya Rp. 200 juta rupiah, jelasnya

" Kalau Bupati selama ini menyampaikan kepada Masyarakat dana pilchiksung dibebankan ke Desa, itu sudah terbentur dengan aturan PERMENDES" tegas  mantan ketua DPRK tersebut

Dalam Peraturan Kementerian Desa (PERMENDES) tidak ada diatur menggunakan dana Desa untuk pemilihan Keuchik, tidak boleh digunakan , makanya Bupati jangan membuat jebakan kepada PJ Keuchik untuk menganggarkan dana Pemilihan Kepala Desa serentak, kalau Bupati berani keluarkan Peraturan Bupati (Perbup) untuk dianggarkan anggaran jangan diperintahkan secara lisan pada PJ Keuchik, ujar politisi PAN tersebut

"Buat Perbup sekarang, berani atau tidak, jangan dibuat jebakan kedua kali pada PJ Keuchik, dulu kasus Bimbingan Teknik hingga saat ini belum selesai" tegas Ramli mengingatkan

Ditanya tentang pernyataan Bupati pening dengan PJ.Keuchik, Ramli secara tegas mengatakan itu salah dia sendiri, kenapa tidak dari dulu dilaksanakan pilchiksung, kenapa di PJ-PJ terus, sekarang berdasarkan laporan Masyarakat ada Keuchik PJ memakai ijazah palsu, nanti dibuktikan dalam pemandangan umum Dewan

Harapannya pilchiksung dapat dilangsungkan namun karena anggaran tidak ada sepertinya akan molor kembali, terancam gagal sebab anggaran baru bisa dianggarkan kembali dalam APBK perubahan, saat itu bukan lagi Ramli.Ms Bupati sudah habis masa kekuasaan nya. Pungkas Ramli,SE

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong  (DPMG) Aceh Barat Teuku Juanda saat dikonfirmasi terkait pilchiksung diruang kerjanya kepada awak media mengatakan, hingga saat ini jadwal pemilihan masih belum ada kepastian karena sedang menunggu PERBUP turun, informasi dari Kepala Bagian Hukum  posisi regulasi tersebut sudah ke Banda Aceh

"Setelah ada PERBUP baru  dapat kita jelaskan kapan tahapan dan pelaksanaan pilchiksung serta anggaran yang akan dibebankan" kata Juanda

Ditanya anggaran yang tersedia hanya Rp.200 juta di APBK, Kadis PMG tersebut membenarkan, namun itu menurut informasi sebab dirinya belum melihat juga, mungkin itu ada di DPA DPMG yang diperuntukkan sebagai honor petugas nantinya

" Dana sebesar tersebut jelas tidak cukup untuk 297 Gampong yang akan dilakukan pemilihan" imbuhnya

Dengan ada PERBUP nanti baru jelas dimana anggaran dibebankan, harapannya terlaksana sesuai aturan yang ada, baik itu Permendes maupun aturan daerah lainnya, mengingat waktu Juanda pesimis bulan April terlaksana pemilihan. []

Komentar

Loading...
error: Content is protected !!