Pimpinan DPRK Dorong Magellanic Laporkan Penambang Ilegal ke Penegak Hukum

Laporan ,

bimcmedia.com, Meulaboh - Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) diruang Gabungan Komisi Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat Selasa (12/1/2021) Pimpinan Dewan Mendorong Pihak PT. Magellanic agar melaporkan ke penegak hukum penambang illegal di Wilayah Izin Usaha Produksi (WIUP) miliknya

Hal itu yang pertama di sampaikan oleh Pimpinan Sidang H. Kamaruddin, SE setelah mendapat keterangan dari Direktur Cabang PT. Magellanic Abdullah yasin bahwa berita terbitan 4 Januari 2021 disalah satu media online pihak perusahaan tidak pernah menyebutkan inisial pemilik alat berat penambang illegal apalagi menyatakan milik pejabat daerah, Dasar itu Kamaruddin meminta agar menempuh jalur hukum atas pencatutan nama petinggi perusahaan tersebut.

" Ada penambang illegal yang dikonfirmasi oleh wartawan, namun pihak magellanic tidak menyebut inisial, namun kenapa berita keluar demikian, kita tidak tau, karena masih banyak penambang tanpa izin disana tidak mungkin disebut satu orang " Ujar Abdullah dalam rapat tersebut

Kamaruddin dalam hal itu menanyakan ke perwakilan Magellanic siapa inisial HKN dalam berita tersebut yang diduga pejabat daerah, karena sumbernya Magellanic, Abdullah mengatakan tidak tau itu pak, lalu pimpinan Dewan menyatakan heran pihak perusahaan tidak tau ada orang masuk di wilayah Izin tambang Magellanic, kalau begini nanti istri kita diambil orang, tamsil politisi Golkar

" Kalau itu wilayah izin Magellanic ada penambang illegal, laporkan ke aparat penegak hukum, buktikan siapa siapa pejabat berinisial HKN tersebut " Tegasnya

Sebagai bentuk tanggung jawab moral, bila berhasil dibuktikan HKN itu ternyata Saya yang dimaksud, konsekwensi diri bisa jadi akan berhenti sebagai Anggota Dewan, kita rapat pada hari ini ingin mendapat klarifikasi dari LSM GeRAK dan AJNN,. Net, namun Mereka tidak hadir akan diagendakan kembali, ungkapnya

Itu wilayah izin usaha Magellanic, harusnya perusahaan tegas, jangan banyak mengeluh pada Dewan, kalau kita urut-urut Bapaklah penyebab adanya tambang illegal disana,karena berada dilokasi Bapak, sorotnya kepada direktur cabang Magellanic dalam forum tersebut

Sementara wakil ketua Ramli. SE di kesempatan yang sama meminta Pihak DPRK turun ke lapangan untuk meninjau lokasi tambang, biar semua menjadi transparan

Dirinya meminta kepada perusahaan agar bersikap tegas, laporkan kepada aparat penegak hukum siapa saja punya alat melakukan tambang illegal, nanti akan terungkap semua, data kan ada sama perusahaan, makak perusahaan tidak memiliki data, berdasarkan UU nomor 23 tahun 2020 tentang minerba ada efek jera nya, kalau itu Bapak lakukan aman semuanya, cetus ramli

Dalam rapat dengar pendapat untuk klarifikasi pemberitaan sebelumnya tidak semua hadir memenuhi unsur dangan ketua DPRK Aceh Barat, dan pihak perusahaan Magellanic juga tidak lengkap bahan, hanya memberi keterangan bahwa mereka tidak pernah menyatakan ada pejabat di tambang ilegal, menurut Abdullah itu berita bohong yang dikeluarkan dengan menyebut orang perusahaan miliknya, akibat belum lengkap pihak Dewan akan kembali mengundang pihak legislatif, LSM, Media dan perusahaan Magellanic.

* fl*

Komentar

Loading...
error: Content is protected !!