Polres Aceh Barat Resmikan Puluhan Kampung Tangguh Anti Narkoba

Polres Aceh Barat
Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Aceh Selatan Nuzulian, S.Sos (Kiri), Kapolres Aceh Barat AKBP Pandji Santoso, S.I.K., M.Si (Tengah) dan Ketua IKAN Aceh Barat Rahmatillah Rusli, S.T, M.ling (Kanan),

Bimcemdia.com, Meulaboh; Polres Aceh Barat bertempat di Abudel cafe Kapolres Aceh Barat AKBP Pandji Santoso, S.I.K., M.Si melaksanakan kegiatan Dialog Interaktif luar studio dengan Tema "Indonesia Hebat Tanpa Narkoba” Melalui siaran RRI Meulaboh . Selasa (28/06/22).

Kegiatan tersebut juga dilaksanakan dalam rangka Memperingati Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) Serta Peresmian Kampung Tangguh Anti Narkoba Secara Simbolis oleh Kapolres Aceh Barat Melalui Zoom Meeting Sebanyak 76 Desa Sekabupaten Aceh Barat, sebagai tindak lanjut perintah Kapolri sebagai upaya untuk menekan peredaran gelap narkotika khususnya yg ada di wilayah hukum Polres Aceh Barat.

Hadir sebagai Narasumber Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Aceh Selatan Nuzulian, S.Sos dan Ketua Inspirasi Keluarga Anti Narkoba (IKAN) Aceh Barat Rahmatillah Rusli, S.T, M.ling

Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Aceh Selatan Nuzulian, S.Sos dalam kesempatannya menyampaikan bahwa banyak hal yang sudah dilakukan BNN dan Polri tentunya dalam Program Bersinar (Bersih Narkoba) diantaranya sosialisasi, himbauan dan penegakan hukum, dalam bidang penegakan hukum ini sendiri ada beberapa kasus yang sudah dilakukan proses Restoratif Justice.

"Sesungguhnya tidak ada kata terlambat untuk berubah, dalam usia dini ini perlu ada peran orang tua sebagai pengawas awal baik dari sisi agama dan sisi perilaku, narkoba tidak bisa bersih di Aceh khususnya Aceh Barat apabila hanya menitik beratkan pada Istansi Polri dan BNN, ini merupakan tugas dan tanggung jawab kita bersama dalam memberantas narkoba," ungkapnya.

Kapolres Aceh Barat AKBP Pandji Santoso, S.I.K., M.Si juga menyampaikan kepada para pendengar RRI dalam acara dialog interaktif tersebut tentang masalah narkoba sekarang sudah banyak varian dan sudah berevolusi.

"Sekarang narkoba sudah berevolusi dan berubah bentuk dimana yang dulu kita kenal dalam bentuk padat sekarang juga ada dalam bentuk cair," ungkapnya.

"Secara geografis Aceh ini menjadi (golden triangle) atau Segi tiga emas baik dari segi ganja maupun sabu, Aceh dikenal ganja api yang sangat di minati berbagai komunitas dan di kirim berbagai daerah bahkan sampai Jakarta, Bali dan sebagai nya," sambung Kapolres.

Kapolres juga menambahkan dari berbagai penangkapan yang di lakukan kawan - kawan kita polri baik polda Aceh maupun Polda-polda lain di seluruh indonesia ganja dan sabu di kirim melalui berbagai bentuk ada yang di masukan ke dalam sofa, dalam bentuk paket seperti gitar bahkan baru-baru ini ada dalam bentuk pompa air, hal ini di lakukan untuk mengelabui petugas agar barang tersebut sampai ke tujuan.

"Untuk itu kami juga sudah melakukan berbagai langkah untuk mendeteksi peredaran barang haram tersebut beredar di masyarakat karena sabu sangat berbahaya, contohnya saja sabu kalau kita ambil sabu kita teteskan ke dalam daging, daging itu bisa terbakar jadi coba bayangkan kalau barang tersebut masuk ke paru-paru kita, inilah bahaya narkoba yang orang tidak sadari sehingga masih ada orang yang berani mencoba-coba sabu tersebut,"

"Kita sangat prihatin ratusan kilo bahkan ton ini sudah mulai masuk ke Aceh jadi peredaran tersebut harus kita hentikan, dan mengingat Aceh merupakan pintu masuk nya narkoba banyak melalui laut jadi khususnya untuk masyarakat pesisir jangan mudah terpengaruh dengan iming-iming upah yang besar,"

"Dan untuk orang tua harus mengontrol pergaulan anak-anaknya mulai dari sekolah dasar sampai seterus nya sehingga anak tersebut tidak terjerumus kedalam pergaulan yang salah sehingga bisa membentuk generasi emas kedepan nya untuk bisa membangun indonesia yang maju dan bebas dari narkoba,"

Ketua Inspirasi Keluarga Anti Narkoba (IKAN) Rahmatillah Rusli, S.T, M.ling, mengungkapkan terkait bahayanya narkoba perlu dibangun kembali kesadaran masyarakat dalam persoalan tersebut. Bahkan, perbaikan juga harus dilakukan dari segi lembaga pendidikan serta struktur sosial masyarakat.

"Kita bangun kembali semangat dan kepedulian antar masyarakat, kesadaran bahwa narkoba bukan hanya sekedar dosa tapi juga rusak tatanan kehidupan, terlebih generasi penerus bangsa," ungkapnya.

"Pencegahan narkoba tidak terlepas dari peran orang tua dalam mengontrol pergaulan anak, baik fisik serta nonfisik sang anak," tambahnya.

***

Komentar

Loading...
error: Content is protected !!