Program Pinang Bitara Gagal, Anggaran Rp.5 M dipertanyakan Warga Sikundo

Bimcmedia.com, Meulaboh : Kesejahteraan Rakyat melalui program pinang bitara sekitar tahun 2019 lalu akhirnya danyatakan gagal oleh petani. Anggaran Rp.5 Milyar yang telah diplotkan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Kabupaten (APBK) untuk kelompok tani dipertanyakan Warga sikundo Aceh Barat

Janji pemerintah Kabupaten Aceh Barat untuk membantu bibit pinang bitara kepada kelompok tani di Gampong sikundo Kecamatan Pante Cermin sampai saat ini tidak jelas realisasinya, biaya telah dianggarkan tahun 2019 lalu sebesar Rp.5 Milyar namun hingga kini tak lagi ada kabar keberadaannya

Teungku Imum Gampong sikundo, Nurdin Kamal kepada bimcmedia.com Rabu (14/07/2021) mengatakan sejak diperintahkan ketua kelompok untuk membersihkan lahan untuk penanaman bibit pinang Bitara tahun 2019 lalu maka Masyarakat melaksanakan namun sampai hari ini bantuan tersebut tak kunjung tiba

" Semua Masyarakat Gampong sikundo bekerja membersihkan lahan karena ada janji bantuan pinang Bitara, karena bantuan tak diberikan kini kebun Masyarakat sudah kembali berhutan seperdi semula" kata Tgk Nurdin

Pinang itu sebatas pembersih lahan setelah itu tidak ada tindak lanjut, alasan tidak jadi diberikan tak disampaikan oleh pemerintah, namun karena permintaan diminta bersihkan lahan maka semua warga sikundo dengan semangat membersihkannya, yang jelas bibit itu sampai kini tak sampai ke tangan petani, katanya bernada kecewa

Sementara tokoh Masyarakat Gampong sikundo yang juga mantan Keuchik setempat Jauhari kepada media ini secara terpisah menjelaskan, setahunya bantuan untuk program pinang Bitara telah dianggarkan Rp.5 Milyar, namun anggaran yang telah dicairkan kelompok tani hanya sebesar Rp 60 juta sisanya tidak diketahui kemana hingga saat ini.

BACA JUGA : 

Uang Rp 60 juta yang ditarik oleh kelompok tani telah disalurkan kepada 30 orang anggota untuk biaya pembersihan lahan sebanyak 30 hektar, selebihnya tidak ada Khabar lagi,kata Jauhari

" Uang Rp.5 M, diinformasikan kepada petani, yang masuk ketekening kelimpok hanya Rp.60 juta, selebihnya tidak ada lagi kejelasan, putus begitu saja" ungkapnya

Mantan Keuchik sikundo ini menambahkan, lahan disiapkan 250 ha yang telah dibersihkan sekitar 30 hektar, namun karena bibit pinang tidak disalurkan oleh pemerintah kini program tersebut dapat dikatakan gagal, kebunpun sudah berhutan lebat kembali seperti semula, sebahagian Masyarakat sudah mengurus kebun tanpa berharap lagi bantuan pemerintah

" Akibat tidak serius pemerintah maka program pinang Bitara yang sempat di gadang-gadangkan Bupati Ramli di awal pemerintahan nya kini tenggelam tidak ada kejelasan" kata Jauhari

Kebun program pinang Bitara bukan hanya untuk Masyarakat Gampong sikundo, warga diluar sikundo juga mendapat, setelah ditebang lahan 30 hektar tak jadi disalurkan bantuan, anggaran Rp.5 Milyar juga tidak ada kejelasan sudah dibawa kemana, katanya di pangkas COVID 19, namun petani belum mengetahui kebenarannya

Harapan petani agar program seperti ini berlanjut, jangan setelah dibersihkan lahan tidak difungsikan sehingga telah kembali menjadi hutan karena tumbuh tanaman non produktif, karena tidak serius pemerintah maka dapat dikatakan program pinang Bitara beberapa tahun lalu telah gagal. Jangankan panen bibitpun tidak ada.

___

(FL)

Komentar

Loading...
error: Content is protected !!