Puskesmas Tak Bisa Entri Data Vaksinasi di Beutong Ateuh. 

Puskesmas Tak Bisa Entry
Bimcmedia.com | Tim medis di Area Vaksinasi massal di aula kantor camat Beutong Ateuh (25/07/2021) | Foto: Samsuardi

Bimcmedia.com, Nagan raya :  Tim mesdis atau pihak puskesmas tak bisa entri data masyarakat yang sudah di vaksinasi di Beutong Ateuh Banggalang, Nagan Raya, Aceh. Minggu, (25/07/21).

Seiring perkembangan zaman, segalanya dimudahkan dengan internet, mulai dari berbelanja, kirim data, rapat, bahkan mengentri data ke pusat sekarang sudah dilakukan secara online, seperti halnya mengantri data vaksinasi yang dilakukan secara bersamaan setelah tim medis memberikan suntik vaksin ke masyarakat.

Berbeda dengan wilayah ini, Karena jaringan internet tidak ada, pihak puskesmas harus mendaki puncak gunung lebih dari 30 menit perjalanan mengendarai sepeda motor ataupun mobil untuk mendapatkan jaringan 4G.

Di daerah tersebut hanya tersedia jaringan telkomsel yang bisa di dipakai untuk telpon saja, sedangkan untuk internet belum tersedia, sehingga puskesmas tak bisa entri .

Pihak rumah sakit mengaku sudah beberapa kali melakukan vaksinasi secara massal di wilayah tersebut, tapi pihaknya tak mampu mengantri data di sana.

"Setelah kami melayani masyarakat seharian, sorenya kami harus mengantri data secara online sampai malam di pegunungan, supaya data masyarakat yang sudah terima vaksin terkumpul ke pusat" Ungkap Banta Murizi salah satu medis Puskesmas Beutong Ateuh.

Sementara itu, resiko yang dihadapi tim medis sangat banyak, bahkan harus melewati puluhan tikungan yang sangat berbahaya yang di kelilingi jurang yang sangat strategis membahayakan.

"Jika badai petir kami hanya pasrah, hanya memohon kepada tuhan agar pepohonan tak tumbang menimpa kami, di sina tak ada padang yang datar yang jauh dari batang pohon untuk kami berlindung, " sambungnya.

Harapannya agar pemerintah cepat meluncurkan jaringan internet di sini, agar semua kegiatan yang bersangkutan dengan internet terselesaikan dengan mudah. Tutupnya.

Terlebih lebih lagi mahasiswa dan siswa yang tiap hari mengikuti pembelaran online, mereka harus tiap pagi mendaki gunung yang terjal membahayakan ini, kadang kadang harus di antar orang tuanya untuk berangkat dari rumah itupun kalau ada kesempatan orang tua, jika tidak maka anak tersebut tidak bisa mengikuti pembelajaran.


CW 03

Komentar

Loading...
error: Content is protected !!