Rafli Kande: Perlu Nawaitu yang Bersih untuk Bangun Aceh

bimcmedia.com, Meulaboh : Anggota komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI asal Aceh Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Rafli yang membidangi tugas dengan BUMN, Koperasi, UMKM dan Kementerian Perdagangan mengisi Diskusi dengan Intelektual Muda Kabupaten Aceh Barat di warung kopi Atjeh Meulaboh Sabtu (19/9/2020).

Rafli Kande Saat menyampaikan diskusi di warung kopi Atjeh Meulaboh/bimcmedia.com/FL

Dalam bincang santai namun serius, Wakil Rakyat berlatar belakang Seniman Aceh go internasional membahas sejumlah persoalan bangsa, mulai dari tanah rencong sampai ke Dubai terkait peningkatan ekonomi rakyat, dalam kesempatan tersebut dirinya membuka sejumlah rahasia mengenai terhambatnya potensi kemajuan bumi serambi Mekkah.

Rafly dalam paparan awalnya menjelaskan saat ini ada sebuah ketakutan kementerian BUMN tentang transisi Bank Konvensional ke Bank Syariah, karena akan terganggu dunia bisnis, intertainer dan usaha, oleh sebab itu perlu diskusi lanjutan antara Aceh dengan pemerintah pusat, ini penting.

Dalam hal permodalan, ada khabar baik kita mendengar bahwa dubai akan berinvestasi besar ke Aceh, dikarenakan covid-19 ada sedikit di undur, untuk komisi VI dirinya menyebutkan Katalisator pemerintah Aceh untuk menyampaikan apa kemauan atau aspirasi yang akan disampaikan guna dituangkan menjadi regulasi agar melahirkan sebuah kebijakan, ujarnya.

Diskusi yang di pandu Insan Pers Sudirman membuka kesempatan bertanya, di kesempatan awal Akademisi Universitas Teuku Umar (UTU) Aduwina menyentil bagaimana BUMN bisa merugi, Rafli menyatakan hal itu tidak terlepas dari permainan dan nawaitu management usaha tersebut, sekedar untuk diketahui,
Interkoneksi PLN di barat selatan sampai saat ini tidak dibangun, karena ada permainan, mereka pakai solar untuk mesin daisel.

” Untuk membangun Aceh kita perlu ada nawaitu yang bersih, harus sayang pada Rakyat kalau tidak kita akan begini terus” Tegasnya

Terkait kepedulian sosial dan motivasi ekonomi, selama ini bantuan sudah kita salurkan ke wilayah Daerah Pemilihan terutama kepada Mereka yang membutuhkan sesuai mekanisme berlaku. Cetusnya

Salah seorang Pengusaha muda Aceh Barat Anwar menyampaikan
Rumitnya pengurusan izin usaha koperasi, kemudian banyak bantuan disalurkan tidak tepat sasaran, Rafly hanya menjelaskan kita berada dalam Negara Indonesia, maka mesti diikuti mekanisme berlaku, apa yang menjadi ketentuan kita ikuti bersama, pesannya sambil tersenyum

Menurut pelantun lagu Ubat Hate Allah-Allah dari hasil pantauan selama ini hampir 70% pasar yang dibangun kementerian Perdagangan terbengkalai, orang kita singkat tanpa cita-cita, artinya Pasar diusulkan Pemerintah Daerah tanpa analisa mendalam seperti pasar di tapak tuan dan Meulaboh, Kita mau kedepan sesuai dan bermanfaat, tegasnya.

“Terkait gas Alam di barat selatan termasuk Singkil (andaman) jika dikelola dengan baik bakal seperti dubai Aceh nantinya, semoga kita dapat melihat kedepan, maka mulai saat ini dirinya sangat berharap agar generasi muda terus berkarya supaya bisa mengisi usaha yang akan dibuka nantinya, jangan seperti PT. Arun di Lhokseumawe” Kata Wakil Rakyat tersebut

Menyinggung terowongan Gunung gurute, dirinya berharap jangan hanya Forum KMBSA yang bersuara, kita butuh opini publik, bila itu untuk kemajuan bersama, mestinya kita saling dukung.

Di sesen terakhir dirinya memotivasi Presiden Mahasiswa UTU Helmi agar melakukan sesuatu dengan ilmu yang dipelajari dari kampus, kegelisahan dengan pengelolaan Sumber Daya Alam di Aceh itu wajar tapi kamu fokus berkarya sambil kuliah, tegasnya.

“Masih ada pemerintah memikirkan pengelolaan SDM, Kita yakin diantara Pejabat tersebut banyak juga yang masih peduli dan sayang ke Aceh” Urainya menjawab kegelisahan Presiden

Sebagai presiden Mahasiswa lakukakan hal-hal kecil, dalam berorganisasi dan politik kita juga tak boleh asal ikut, semua harus punya rencana, sekedar kita ketahui ada lima instansi fokus pendidikan di Aceh namun secara nasional kita urutan 28, ini masalah yang harus dipelajari penyebabnya.

Sebagai presiden setiap informasi di kampus tak boleh dilewatkan, teruslah berkreatif dan berkarya, lakukan sesuatu hal yang bisa menutupi kegelisahan mu, jangan terlalu berfikir global. Presiden Jokowi sudah ada yang urus, kata rafli mengakhiri saran sambil bertanya apa presiden marah dengan dorongan tersebut.

(FL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: