Rekomendasi Walikota Langsa, Besok Belajar Tatap Muka Dilaksanakan

Bimcmedia.com, Langsa – Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) Tatap Muka (TM) akan dilaksanakan secara serentak, Kamis (13/08/2020) berdasarkan rekomendasi yang dikeluarkan Walikota Langsa atau Ketua Tim Gugus tugas Covid-19 nomor: 420/1987/2020. Belajar tatap muka sudah perlu dilaksanakan.

Kegiatan belajar mengajar tatap muka dilaksanakan untuk jenjang PAUD, SD, SMP dengan melaksanakan protokol kesehehatan yang ketat. Demikian disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Langsa, Dra Suhartini MPd, Rabu (12/08/2020).

Menurutnya, KBM secara tatap muka ini sesuai dengan Siaran Pers Nomor : 210 dan 211 tanggal 7 Agustus 2020 tentang penyesuaian SKB 4 Menteri, bahwa kabupaten/kota yang berada di zona hijau dan kuning boleh melaksanakan KBM secara tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat.

“Pelaksanaan KBM secara tatap muka ini mulai dilaksanakan pada Kamis (13/08/2020) setelah mendapatkan rekomendasi dari Gugus Tugas Covid-19 Kota Langsa, karena kini status covid-19 Kota Langsa sudah kuning,” jelasnya.

Sebelumnya, tambah Kadisdikbud, Tim Gugus Tugas Covid Kota Langsa juga telah melakukan monitoring kesekolah-sekolah, untuk memastikan kesiapan satuan pendidikan untuk melaksanakan KBM secara tatap muka dengan mematuhi protokol kesehatan yang ketat.

Disdikbud beserta jajarannya bertanggung jawab penuh terhadap jalannya KBM secara tatap muka ini, dan akan tetap terus melakukan koordinasi dengan stakeholder lainnya seperti Dinkes, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Puskesmas, Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Polisi Republik Indonesia (POLRI).

Teks Foto : Rekomendasi WaliKota Langsa, tentang kegiatan belajar mengajar (KBM) secara Tatap Muka (TM)/ Foto : Istimewa

Kemudian dalam pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) secara tatap muka, jumlah siswa yang hadir dibatasi yakni untuk tingkat PAUD/TK sebanyak 5 orang setiap kelas, Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebanyak 16 orang setiap kelas.

“Pelaksanaan KBM secara tatap muka tersebut juga dilakukan secara bergantian dengan sistem shift,” jelasnya.

Nantinya, bila pelaksanaan KBM secara tatap muka itu dapat dihentikan berdasarkan evaluasi dan monitoring, jika nantinya atau sewaktu-waktu peta resiko covid-19 di Kota Langsa menunjukan warna orange dan merah.

“Jika nantinya peta resiko covid-19 di Kota Langsa menunjukan warna orange dan merah, KBM kembali dilaksanakan secara daring atau siswa kembali belajar dari rumah,” ujarnya.

Selain itu, apabila pihak sekolah sebagai ujung tombak pelaksanaan KBM secara tatap muka tidak mentaati aturan, tidak komitmen dan konsisten menjalankan kesepakatan yang telah dibuat.

Maka sekolah yang bersangkutan tersebut tidak diperkenankan lagi melanjutkan KBM secara tatap muka, sehingga pelaksanaan KBM akan dikembalikan ke daring.

Tim Gugus Tugas Covid 19 yang ada pada satuan pendidikan (di sekolah) juga agar melaksanakan tupoksinya dengan benar dan baik, sesuai dengan SK yang telah dikirimkan ke Disdikbud Kota Langsa.

Selain itu, Tim Gugus Tugas Covid 19 di satuan pendidikan harus melakukan patroli covid-19 dan bertugas mengawasi anak didik, agar mereka tidak berkerumun dan tetap mematuhi protokol kesehatan selama berada di sekolah.

Sementara dalam pelaksanaan monitoring dan evakuasi KBM tatap muka, Disdikbud Kota Langsa melibatkan bidang pembinaan masing-masing jenjang, dan pengawas sekolah binaan masing-masing.

Mereka bertugas memberi pembinaan terhadap proses belajar mengajar kepada pendidik, tenaga kependidikan, serta kepala sekolah baik secara daring atau tatap muka atau langsung.

Selain itu juga mengawasi dan memantau pelaksanaan pada satuan pendidikan selama melaksanakan KBM sevara tatap muka, dengan menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat.

Kepada tim monev dinas, Ksdisdikbud meminta agar memberikan laporan secara kontinue kepada dirinya terkait kendala-kendala dan masalah yang dihadapi oleh satuan pendidik, selama melaksanakan KBM tatap muka.

Pelaksnaan KBM tatap muka ini akan terus dia pantau setiap saat berdasarkan laporan satuan pendidian melalui whatsApp group.

“Sebagai bahan evaluasi terhadap kekurangan-kekurangan selama melaksanakan KBM tatap muka, untuk diperbaiki guna mencari penyempurnaan kegiatan di lapangan”, imbuh Suhartini.

Reporter: Dhani

Editor: Ubaidillah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: