RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh Sepi, Pasien Ronsen Pilih Ke Nagan Raya

Bimcmedia.com, Meulaboh – Pasca terpublikasikan seorang dokter spesialis dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cut Nyak Dhien, Kabupaten Aceh Barat, positif Covid-19 pada Jumat (21/8/2020), suasana di rumah sakit terlihat sepi dari pengunjung sejak pagi Sabtu.

Pasien Ronsen
Keterangan: Ruang IGD RSUD Cut Nyak Dhien terlihat sepi / Foto: FL

Salah seorang korban kecelakaan lalu lintas dalam Kota Meulaboh yang dijumpai pewarta bimcmedia.com, Sabtu (22/8/2020) di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD), Aris Winarni, didampingi istri, Yusnilawati, memberikan penjelasan bahwa pelayanan rumah sakit masih berjalan dengan baik, perawat dan dokter siaga saat dirinya masuk untuk berobat.

“Begitu saya masuk perawat dan dokter merespon dengan cepat, membersihkan luka lecet yang saya alami dalam saat kecelakaan,” ujar Aris.

Dari sisi keamanan juga terlihat ketat. Selain pemeriksaan suhu tubuh, pendamping juga tak dibenarkan masuk ke ruang perawatan. Wajib menggunakan masker saat berada di lingkungan rumah sakit untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran Covid-19 di lingkungan rumah sakit.

Yusnilawati menegaskan, Aris yang mengeluh sakit di bagian bahu kiri harus segera mendapatkan penanganan serius seperti ronsen. Mereka memutuskan untuk tidak merawat Aris di RSUD Cut Nyak Dhien, namun memutuskan untuk membawanya ke Nagan Raya agar segera mendapatkan pertolongan dari rumah sakit yang dirujuk di sana.

Pasien Ronsen
Keterangan: Pasien sedang mendapatkan perawatan pasca kecelakaan / Foto: Aris

Sementara itu, seorang penjaga parkir di rumah sakit umum tersebut, Yasin, kepada bimcmedia.com mengaku sejak Jumat malam suasana rumah sakit sepi pengunjung. Petugas parkir tidak mampu menyetor iuran seperti biasanya yaitu sebesar Rp150.000 semalam. Petugas parkir tersebut hanya mampu membayar sekitar Rp50.000 saja.

Managemen RSUD Cut Nyak Dhien melalui Kasubbag Humas, Susi Maul Husna, kepada bimcmedia.com memberikan penjelaskan mengenai pelayanan rumah sakit tetap berjalan seperti biasa.

Sepinya pelayanan rumah sakit bisa disebabkan masyarakat tidak tahu bahwa hari ini rumah sakit tetap melayani pasien. Susi menyebut, “Sabtu biasanya libur, sementara kita buka menggantikan satu hari kerja saat lebaran Iduladha,”

“Pengumuman sudah kita tempel bahwa hari ini buka, mungkin masyarakat tidak tahu. Jika diukur hari ini apa sepi dari biasanya, belum bisa karena umumnya sabtu libur kerja,” tegas Susi.

Berdasarkan pantauan bimcmedia.com, suasana RSUD Cut Nyak Dhien memang tidak terlihat sibuk seperti biasanya, terutama Ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD). Tempat tidur yang tersedia kosong dari pasien yang harus mendapatkan penanganan dengan segera. Meskipun begitu, petugas medis yang berada di garda terdepan tetap siaga dalam menjalani tugas.

Penulis: FL/AMD

Editor: Ubaidillah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: