Warga Kota Sufi Di Hentikan Satpol PP, Ini Masalahnya

Satpol PP
Bimcmedia.com | Satpol PP-WH saat merazia orang yang tidak pakai masker | Foto : CW 03

Bimcmedia.com, Meulaboh : Dalam rangka menyambut penertiban protokol kesehatan (Yutisi) Satuan Polisi Pramong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP - WH) bersama anggotanya di mengelar razia besar besaran di Aceh barat  untuk memutuskan mata rantai covid 19 senin, (13/9/2021).

Dalam razia tersebut Satpol PP-WH melakukan razia di dua titik yaitu di jalan imam bonjol dan jalan meulaboh menuju tapak tuan.

Kepala Dinas Satpol PP - WH Aceh Barat Dodi Bima Saputra melalui Kasi M. Yuthisi menjelaskan, acara ini kami lakukan untuk ketertiban protokol kesehatan di aceh barat.

Namun saat Satpol PP - WH memberhentikan kendaraan di tempat itu, juga masih banyak yang tak mau di berhentikan petugas, lantaran takut karena melanggar protokol kesehatan

Menurut M.Yutisi, dalam acara yang di gelar tersebut di dua tempat hampir dua ratus orang yang terjaring razia, " hari ini kami mengamankan 150 orang yang tak memakai masker saat di razia" paparnya

" insya allah kepatuhan masyarakat sudah banyak yang mematuhi protokol kesehatan" ujarnya

Dalam rangka tersebut Satpol PP-WH aceh barat juga menggelar pembagian masker kepada masyarkat yang tidak memakai masker saat itu,

"Kami juga menggelar upaya untuk pakai masker, agar mereka terbiasa memakainya" sambungnya

Harapannya agara masyarakat selalu patuh dengan protokol kesehatan yang sudah di tetapkan oleh pemerintah setempat

" Harapan kami Semoga Covid 19 ini cepat selesai, putuskan mata rantai covid 19 ini. Paparnya kepada bimcmedia.com

Ia juga mengajak,  agar masyarakat sama sama, patuhi protokol kesehatan, sama sama menjaga jarak, agar wabah ini tidak berkembang lagi

"Mari sama sama saling mengerti terhadap protokol kesehatan, karena kami tak mampu merubah diri masyarakat untuk patuhi protokol kesehatan ini, selain dengan kesadaran anda sendiri" sambung nya.

Tak hanya itu,  yang tak memakai juga di beri sangsi, menandatangani petisi agar tak terulang kembali, dan juga bernyanyi lagu kebangsaan, dan beberapa sangsi lainnya yang saat itu di lakukan Satpol PP-WH

Dalam agenda tersebut, juga di bantu oleh Polisi Republik Indonesia ( POLRI) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI)


[CW 03]

Komentar

Loading...