Breaking News

Soal TPP Hingga Guru Mogok, Pemkab Simeulue Akan Temui Kemendagri

Bimcmedia.com
Bimcmedia.com | Firmanudin, S.Pd Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Simeulue. Ist

Bimcmedia.com, Sinabang; Lantaran Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) b erkurang dari besaran sebelumnya, sejumlah guru Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Simeulue melakukan mogok mengajar beberapa waktu lalu.

Karena para tenaga pengajar melakukan mogok kerja, proses belajar mengajar sejumlah sekolah di Pulau Simeulue terpaksa ikut terhenti dan para pelajar diliburkan.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Simeulue Firmanudin, saat dikonfirmasi Bimc Media melalui sambungan telpon seluler mengatakan, para guru di Kepulauan wilayah Simeulue kini telah aktif kembali melakukan proses belajar mengajar.

"Sudah aktif dari kemarin untuk mengajar, sebenarnya bukan mogok tetapi karena guru-guru kita ada audiensi dengan Pemerintah Daerah, makanya aktivitas belajar di hari itu tidak berjalan," Tegas Firmanuddin kepada Bimc Media, Jum'at (30/09/2022).

Masih kata Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Simeulue, pihaknya membenarkan untuk tahun 2022 memang ada pengurangan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) untuk para guru di Pulau Simeulue.

"Dibandingkan dengan tahun sebelumnya sedikit lebih redah dari tahun ini, tapi itu sudah direspon dengan baik oleh Pemerintah Daerah bahawasanya akan dilakukan koordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) insyaalah nanti tim akan berangkat kesana," Imbuhnya.

Selanjutnya Firmanuddin menjelaskan, besaran pengurangan tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) para guru yakni, pada tahun sebelumnya untuk guru bersertifikiasi mendapat Rp.400 ribu, Kepala Sekolah bersertifikiasi mendapat Rp.500 ribu kemudian guru non sertifikiasi sebesar Rp.850 ribu dan Kepala Sekolah non sertifikiasi Rp.1.050.000 ribu.

Sementara untuk tahun 2022 guru bersertifikiasi dan Kepala Sekolah tidak mendapatkan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) atau dinolkan, yang ada hanya tenaga pengajar yang belum bersertifikasi mendapat Rp. 250 ribu dan tanpa melihat pangkat maupun golongan.

Sementara itu terkait mogoknya guru di Kepulauan Simeulue, Rifqi Egi Candra salah seorang aktivisi pemerhati pendidikan mengatakan, dirinya cukup menyayangkan atas peristiwa tersebut, menurutnya pemerintah Kabupaten Simeulue harus mengupayakan taraf kesejahtraan yang baik bagi guru.

"ini merupakan salah satu bentuk rasa kekecewaan yang diluapkan para tenaga pengajar kita di Simeulue, bagaimana Sumber Daya Manusia (SDM) kita akan unggul ketika tenaga pendidiknya tidak diperhatikan serta tak terpenuhi," Jelasnya.

Masih kata Rifqi, masyarakat juga dapat melihat sejauh mana kelayakan Ahmadlyah sebagai Penjabat Bupati Kabupaten Simeulue dalam mengambil kebijakan yang tepat bagi para guru di wilayah kepulauan itu.

"Kita berharap PJ Bupati Kabupaten Simeulue dapat segera menunjukkan eksistensinya sebagai Penjabat Bupati untuk mengatasi hal ini, karena dampak yang terjadi kepada guru serta siswa Ini menjadi sebuah permasalahan cukup besar," Tutupnya.

Komentar

Loading...
error: Content is protected !!