Breaking News

Tak Terima BLT dan Kurangnya Transparansi Keuchik, Warga Aceh Barat Segel Balai Desa

Laporan ,

Bimcmedia.com, Meulaboh - Pembagian Bantuan Langsung Tunai (BLT) kembali menuai protes dari masyarakat. Masyarakat Gampong Suak Pantee Breuh, Kecamatan Samatiga, Kabupaten Aceh Barat, melakukan demo dan menyegel balai desa pada Sabtu (15/08/2020). Tak terima BLT dan kurangnya transparansi kepala desa tersebut yang menyebabkan kisruh itu terjadi.

Salah seorang warga, Rusdi memberikan konfirmasi lewat telepon kepada Bimcmedia.com atas insiden yang terjadi di desa mereka, "Kami mengadakan demo di kantor desa terkait BLT. Kami sudah mendatangi Bupati Aceh barat, Bapak Ramli, MS, dan Beliau sudah menyuruh membagikan, dan sudah dikasih seekor sapi untuk makan-makan di Hari Raya Qurban. Sudah diturunkan satu juta untuk Mustika Dharma dan lainnya untuk kebutuhan gampong, namun sampai hari ini tidak ada kejelasan,"

Rusdi menambahkan, "Alasannya, tidak bisa dibagikan karena ini uang orang miskin bukan uang Corona, yang berhak mendapatkan hanya lima orang untuk pertama," dihimpun dari sumber lain memang benar semula pembagian uang yang disebut BLT tidak merata dan berdasarkan data yang belum disinkronkan dengan masyarakat terdampak Covid-19.

Masyarakat yang semula mendapatkan angin segar akan menerima BLT namun sekali lagi dikibuli oleh aparatur desa. Warga yang tidak mau menunggu dan terus dipermainkan dengan uang bantuan dari pemerintah tersebut langsung mendatangi balai desa, serta menyegel dan melakukan demo besar-besar atas aksi protes ini.

Warga sudah melakukan diskusi dengan aparat desa tetapi tidak ketemu titik terang. Rusdi menambahkan, "Selanjutnya, setelah terjadinya aksi ini sudah ada bau uang. Jatah yang dibagikan 130 orang warga Suak Pantee Breuh, tapi dari pihak aparatur desa ada pengurangan lagi dan kami tidak tahu berapa orang yang akan menerimanya," sampai berita ini diturunkan belum ada klarifikasi dari keuchik Suak Pantee Breuh mengenai aksi demo BLT warga setempat.

---

Reporter: Aminullah dan Aris

Editor: Ubaidillah

Komentar

Loading...