Tak terima Pemberhentian Sebagai Ketua MAA, H. Tjut Agam Mengadu Kepada DPRK Aceh Barat

Bimcmedia.com, Meulaboh : H. Tjut Agam resmi tidak menjabat lagi sebagai Ketua Majelis Adat Aceh (MAA) Aceh Barat atas perintah bupati dengan nomor surat 392 tahun 2020  tentang perubahan kedua atas keputusan bupati aceh barat nomor 536 tahun 2017 tentang sususan pengurus mejelis aceh kabupaten aceh barat periode 2017 -2021 ( Rabu, 17/06/2020)

bimcmedia.com/H. Tjut Agam(batik Kuning) Saat Menyerahkan laopran pengaduan Kepada H. Kamarudin, SE (Baju Putih)

Bupati Aceh barat memberhentikan H Tjut Agam Berdasarkan Mosi (Tidak Percaya lagi) Pengurus Majelis adat kabupaten aceh barat tanggal 28 januari 2020 atas dukungan Forum Imum Mukim Kabupaten Aceh barat tanggal 03 April 2020 dan rekomendasi Pemangku Adat kabupaten Aceh barat tanggal 14 april 2020 tentang pergantian Ketua MAA Kebupaten Aceh barat periode 2017 -2021  di ubah.

 

Berdasalkan Hal Tersebut H Tjut Agam Mengadu Kepada Pihak Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat dengan alasan pemberhentiannya MOSI dan melampirkan beberapa surat diantaranya :Keputusan Bupati Aceh barat , surat dari forum imum Mukim yang meminta dirinya untuk diberhentikan dan surat tersebut langsung di terima oleh wakil ketua dua dprk aceh barat H. Kamaruddin, SE

 

Menanggapi persoalan tersebut Wakil ketua II DPRK Aceh Barat H. kamaruddin, SE kepada awak media mengatakan “ Beberapa hari beliau sudah mendatangi DPR untu menyapaikan persoalan beliau di pecat dengan alasan MOSI ( tidak Percaya), Kita selaku DPR menyikapi dan Mempelajari  apakah yang telah dilakukan sesuai dengan ketentuan , karena persoalan-persoalan ini membuat banyak keresahaan di masyarakat, Terlebih Kita Lihat bahwa sosok TJut Agam Ini berkebelakang TNI ( Tentara Negara Indonesia) yang sudah banyak berbuat dan telah menjadi Tokoh Aceh barat terlebih di kecamatan Kaway XVI telah Menjadi Panutan, sehingga apabila dilakukan tidak baik atau semena-mena tidak etis secara kearifkan kita Aceh jangan memberhentikan seperti itu, Karena ketentuan untuk memberhentikan, dasar apa diberhentikan , kalau beliau sakit, ada wakil ketua yang menggantikan posisinya untuk membantu kerja beliau bahwa sangat jelas bahwa H Tjut Agam datang ke dpr untuk menuntut dasar apa, dia dilakukan pemberhentian MOSI (tidak Percaya) dengan melihat dokumen yang dibawa, ini semua terjadi rekaya untuk mengusir beliau”

 

“Apalagi Keputusan Selanjutnya mengangkat orang lain tidak dilakukan Musyawarah Luar Biasa (MUSDALUB) Terlihat Salah, Kalau Melihat Musdalub atau Musda Lainnya  Harus hadirnya Ketua MAA di tingkat Provinsi, dan ini tidak ada kita lihat yang hadir menurut tanda tangan. Selanjutnya Ada penilaian dari tim percepatan kabupaten aceh barat, Apa yang harus dinilai dari lembaga itu. Maka janganlah menjadi sebuah keresahan-keresahan terus di kabupaten aceh barat, hari ini kita lihat telah banyak menjadi keresahan keucik , Keresahan Bantuan Langsung Tunai (BLT) tidak tepat sasaran, Keresahan Rumah Sakit Cut Nyak Dien, keresahan pemilihan ketua Peut di tingkat masyarakat, Keresahan Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak sesuai penempatan sesuai kapasistanya atas pendidikan, maka harapan Saya selaku Anggota Dewan kepada bapak Bupati janganlah membuat keresahan-keresahan di tingkat masyarakat” Tutupnya

 

(AN)

 

Aminnullah

Hidup adalah Simpel Dimana Teman Merupakan ASET Terbesar dan Juga Bisa Menjadi Musuh dalam Selimut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: