Terkait Gelapnya kota Sufi, Begini penjelasan KADIS PERKIM Aceh Barat

Gelapnya kota Sufi
Suasana malam hari dikota Meulaboh yang telah dinobatkan sebagai kota Tauhid sufi, lampu penerangan jalan umumnya padam,/bimcmedia.com

bimcmedia.com, Meulaboh : Sorotan tentang gelapnya kota sufi semakin gelap selama ini yang dilakukan oleh elemen sipil nampaknya dalam waktu tidak terlalu lama lagi akan kembali terang sesuai harapan Masyarakat

Sorotan tentang Gelapnya kota Sufi selama ini dilakukan Aktifis Mahasiswa karena tidak layak kota Meulaboh yang telah mendapat gelar tauhid sufi dibiarkan semakin gelap, banyak lampu jalan yang sebelumnya terang berubah menjadi padam umumnya, demikian disampaikan Mahasiswa Hukum Universitas Teuku Umar (UTU) Banta Sulaiman kepada bimcmedia.com Kamis (17/6/2021)

Menurutnya, aset daerah yang telah ada jangan dibiarkan rusak, apalagi untuk penerbangan kota adalah kebutuhan, sehingga setiap Masyarakat melintas terlihat indah dan para pedagang yang mengais rezeki malam hari juga nyaman menjalankan usahanya

" Pantauan Kami sudah lama lampu penerang jalan dalam kota sufi Mati, namun hingga saat ini belum juga diperbaiki, lalu apa sebenarnya yang dikawal pemerintah terutama dinas terkait" ungkapnya heran

Beberapa waktu yang lalu Sekretaris Solidaritas Mahasiswa Bela Pendidikan (SOMBEP) Rovky M Akbar juga menyampaikan kritikan terkait lemahnya respon pemerintah terhadap keindahan kota sufi karena makin hari semakin gelap, harusnya keluhan masyarakat mendapat kepedulian karena Meulaboh juga kota lintasan Banda Aceh Medan

Menurut kedua aktifis tersebut, titik lampu penerang jalan dalam kota sufi yang harus diperbaiki oleh pemerintah baik propinsi Aceh maupun Pemkab Aceh Barat yakni lintasan Nasional, Jalur Imam Bonjol, Gajah Mada, Yos Sudarso, Manekroo dan jalan Iskandar muda.

Kadis PERKIM

Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (PERKIM) Aceh Barat Bukhari kepada bimcmedia.com Jum'at ( 18/6/2021) menjelaskan, lampu penerang jalan Umum dalam kota Meulaboh akan segera di perbaiki, peralatannya sudah ada namun saat ini kendala kita adalah cren atau alat bantu untuk naik ke atas dalam keadaan rusak setelah dipinjam sejumlah pihak selama ini

Jika alat itu tidak ada maka sulit memperbaiki kerusakan lampu jalan, maka untuk saat ini akan diperbaiki alat berat itu dulu (cren) baru selanjutnya diperbaiki lampu, semua titik padam telah didata dalam waktu dekat kota sufi akan kembali terang, ungkapnya

" Yang jadi tanggung jawab kita selaku Pemerintah Kabupaten Aceh Barat yaitu lampu diluar jembatan besi, karena itu milik Pemprov, sudah tiga kali kita minta perbaiki, namun belum mendapat respon dari dinas terkait" jelasnya

Bukhari menambahkan, anggaran perbaikan lampu yang tersedia untuk seluruh Aceh Barat tahun ini hanya Rp.160 juta, seharusnya kebutuhan mencapai Rp.500 - Rp.600 juta, dengan biaya kecil tersebut dirinya berkomitmen akan membuat kita sufi kembali terang

" Walaupun biaya kecil untuk memperbaiki lampu seluruh Aceh Barat, namun kita bertekat untuk menerangi kembali kota sufi, Insya Allah bulan ini akan diperbaiki" janjinya

Untuk sejumlah titik lampu yang padam telah diperbaiki seperti jalan Teuku Umar, tinggal jalan lain, sebenarnya anggaran tersedia sangat kecil sebab kerusakan lampu itu bermacam jenisnya, ada rusak travo, putus bola ataupun putus fotosel, pun demikian pihaknya akan bekerja memperbaiki, semua peralatan telah dibelanjakan

Untuk jlampu di jembatan, besi akan dikoordinasi dengan pihak kementerian bila ada agenda dinas ke Jakarta, karena itu ada jembatan, namun masalaah yang menjadi kendala, Corona masih gawat sehingga dirinya khawatir untuk melakukan perjalanan dinas ke Jakarta, pungkas kadis PERKIM mengakhiri komentar

___

(FL)

Komentar

Loading...
error: Content is protected !!