Breaking News

Terkait Tambang Ilegal Diduga Milik Pejabat Di WIUP MAGELLANIC, DPRK Aceh Barat Gelar RDP

Laporan ,
Terkait Tambang Ilegal Diduga Milik Pejabat Di WIUP MAGELLANIC, DPRK Aceh Barat Gelar RDP
H. Kamaruddin, SE wakil ketua DPRK Aceh Barat/bimcmedia.com

bimcmedia.com, Meulaboh : Merespon informasi Media beberapa waktu lalu terkait dugaan ada pejabat terlibat tambang emas ilegal di wilayah Izin Usaha Produksi PT. Magellanic Garuda Kencana, pihak Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat akan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan eksekutif, Media, LSM dan Perusahaan

Wakil ketua DPRK Aceh barat H. Kamaruddin, SE kepada bimcmedia.com senin (11/1/2021) membenarkan akan digelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan eksekutif, LSM, Media siber dan PT. Magellanic

" Dalam surat undangan yang diteken Ketua DPRK Aceh Barat Samsi Barmi, RDP akan digelar dengan Eksekutif, Pimpinan PT. Magellanic, AJNN Net dan Koordinator LSM GeRAK Aceh Barat " Terangnya

Kamaruddin menambahkan, Rapat tersebut akan dilaksanakan di ruang Rapat Gabungan Komisi selasa besok 12 Januari 2021, jam 9.00 wib sampai selesai, hal yang akan dibicarakan dalam rapat nantinya terkait Penambangan Illegal di WIUP PT. MGK diduga dilakukan oleh pejabat Daerah.

Teknik Pengawas PT. Magellanic Garuda Kencana Novizar kepada media ini via jaringan handphone membenarkan ada rapat dengar pendapat di DPRK Aceh Barat besok

Ditanya apa benar ada penambang illegal diduga pejabat Daerah, Novizar mengatakan pihaknya tidak pernah menyudutkan penambang illegal seseorang, kalau disorot tentu semua orang

" Kalau disorot seharusnya keseluruhan penambang illegal dilapangan, kita tidak tau arah pemberitaan tersebut yang tertulis Inisial, kita tidak mengerti arahnya kemana "bukan satu dua orang yang masih ada di WIUP kita, Kata ovi, begitu panggilan akrab untuk nya.

Dalam hal ini perusahaan malah yang disudutkan menjadi benturan dengan Legislatif, padahal beberapa waktu lalu kita baru duduk membicarakan Pendapatan Asli Daerah (PAD), pihak perusahaan tidak pernah menyebutkan itu alat berat milik perusahaan, sinergi itu yang harus terbangun untuk mengatasi tambang ilegal bukan mempermasalahkan beko itu milik siapa, ungkapnya sambil mengatakan besok juga akan hadir karena rapat menyangkut kinerja perusahaan.

---

[FL]

Komentar

Loading...
error: Minta Ijin Dulu, Jika Ingin Copy