Terlambat Penanganan Medis, Nyawa Pasien Lambung RSUD Cut Nyak Dhien Melayang

bimcmedia.com, Meulaboh – Salah seorang pasien penderita demam tinggi, batuk dan punya riwayat sakit lambung, Baharidin, dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cut Nyak Dhien Meulaboh, Rabu dini hari (26/8/2020) dan ditangani petugas medis Instalasi Gawat Darurat (IGD) kemudian dipindahkan ke Ruang Pinere guna dirawat lebih lanjut hingga Kamis malam sampai penderita meninggal dunia.

Keterangan: RSUD Cut Nyak Dhien, Meulaboh / Foto: Istimewa

Putra sulung almarhum, Ilham Wahyudi, kepada bimcmedia.com, Kamis (27/8/2020) menuturkan keluarga sangat bersedih atas meninggal ayah akibat lambatnya penanganan medis di malam kejadian.

Kejadian tersebut sengaja direkam olehnya terhadap petugas yang terkesan terlambat memberikan penanganan atas keluhan ibunya saat diminta menangani pasien dalam kondisi kritis. Dalam rekaman tersebut terdengar suara teriakan, makian karena kesal serta tangisan orang tua kami telah meninggal.

“Kalau ada berita beredar bahwa pihak keluarga tidak menerima vonis dokter terhadap sakit orang tuannya. Tidak benar. Keluarga keberatan terhadap pelayanan sengaja dilambatkan seperti terlihat dalam gambar yang direkam olehnya, padahal istri korban yakni ibu kandungnya sudah duluan teriak minta tolong saat kondisi pasien dalam keadaan kritis,” ungkap Ilham.

Ilham menambahkan, dirinya mendapat kabar almarhum telah meninggal ketika berada di rumah Gampong Lapang, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat dengan jarak sekitar 3 KM. Kemudian segera meluncur ke rumah sakit, yang menjadi hal memilukan ketika melihat petugas medis belum memakai Alat pelindung Diri (APD) dan klaimnya mereka tidak mengetahui ayah sudah meninggal.

“Kami terima vonis dokter, yang ditolak keluarga respon pelayanan terkesan dilambatkan, bisa Anda bayangkan ketika orang tua kita dibuat demikian,” keluhnya.

Jenazah meninggal sekitar jam 22.00 WIB kemudian dibawa pulang ke rumah duka sekitar jam 04 dini hari. Jenazah dikebumikan layaknya orang biasa tanpa protokol kesehatan layaknya Covid-19.

Menurut Ilham, pasien tidak ada gejala Covid-19 dan juga belum ada hasil tes apapun. Gejala pertama adalah demam tinggi, batuk dan asam lambung naik. Lagi pula almarhum sebelum sakit terlalu lelah mungkin itu menjadi pemicunya. Keluarga berharap pihak rumah sakit mengembalikan nama baik korban karena belum ada hasil apapun bahwa pasien positif Covid-19.

Bimcmedia.com meminta tanggapan pihak RSUD Cut Nyak Dhien, Meulaboh, melalui pesan WhatsApp, Kamis sore (27/8/2020) terhadap kejadian tersebut, Kasubbag Humas Susi Maul Husna, membalas dengan jawaban untuk menunggu dalam beberapa waktu. Selang sekitar 40 menit kemudian belum mendapat balasan, dan mengirimkan pesan meminta klarifikasi kembali. Sampai berita ini diturunkan belum ada konfirmasi dari pihak rumah sakit.

One thought on “Terlambat Penanganan Medis, Nyawa Pasien Lambung RSUD Cut Nyak Dhien Melayang

  • Agustus 27, 2020 pada 23:47
    Permalink

    Sedih dengan Keadaan seperti ini, Sedih Krn Sekrg sudah Diagnosa Lain yg lain lagi Korban nya, Sudah diagnosa Lambung, kenapa Harus Nunggu diagnosa covid Wallahualam,
    Semua yg bernyawa kan Kembali ke pada-NYA, berbagai2 cerita nya,
    Ini sudah Di mintak tolong tapi Semua Sepi, gerak Memakai APD pun Selow, mngkin aja Mereka perawat baru masuk, baru kerja😭 (Mungkin) kembali lah Wahai Aceh Loen Sayang Kembalikan Akal Sehat, tetap Positif,kita tetap ikoti Protokol kesehatan,
    Seperti Anjuran Nabi Muhammad SAW, makan lah Makanan sehat bersih yg halal, Makan lah dengan Tangan kanan dan Cuci, cebok BAB dan pipis dengan Air (bukan Tisu Ala2 luaran) saat Bersin Ucapan Doa, serta Tutup hidung dan menjauh dari lawan atau kawan “Alhamdulillah “Lawan nya “Rahimakumullah ” (Kalau tdk salah, krn saya bukan Ahli) pakai lah pakaian Bersih dan Suci DLL, bukan kah itu Ajaran Dlm Agama Islam protokol kesehatan,
    Bukan Takabur😭

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: