Virall !!! , Petani Aceh Barat Panen Melimpah dengan Biaya Super Murah

Laporan ,
Tanaman padi yang belum panen yang menggunkan pupuk kimia/bimcmedia.com

bimcmedia.com, Meulaboh : Fakta baru menghebohkan pada dunia pertanian, salah petani Aceh Barat mempraktekkan sebuah teknologi sederhana namun memberikan hasil panennya yang sangat luar biasa.

Dedi Saputra Petani Padi Sawah di desa Pasie Jeumpa Kepada bimcmedia.com, Senin (22/2/2021), mengatakan
"Alhamdulillah tahun ini saya mendapat hasil panen melimpah dengan biaya produksi super murah dansungguh ajaib dan ini benar-benar diluar dugaan, karena dengan modal sangat minim tetapi mendapatkan hasil yang luar biasa". Ungkapnya

Selanjut Dedi Saputra menambah bahwa“Awalnya saya memang iseng mau mencoba menggunakan Pupuk Cair Organik, karena penasaran atas rekomendasi teman bahwa dengan menggunakan satu macam PCA multi guna produksi Endatoe Tani akan mendapatkan hasil maksimal tanpa perlu tambahan pupuk kimia sintesis apapun”.

“Walaupun dalam keadaan ragu karena kuatir terhadap penurunan hasil produksi pada waktu itu, namun saya tetap nekad dan memberinikan diri untuk mengaplikasikan Pupuk organik tersebut pada lahan padi sawah saya seluas dua ribu seratus meter ( 2.100 M) yang berlokasi di desa Pasie Jeumpa Kecamatan Kaway XVI kabupaten Aceh Barat”. Terang Dedi.

Kepada wartawan BIMC dedi mengaku bahwa Ianya juga sempat mendapat ejekan dari petani lain disekitaran lahan padi sawahnya, karena bagi mereka perlakuan tanaman padi tanpa menggunakan pupuk kimia adalah cerita kosong dapat berhasil, tindakan dedi menggunakan pupuk organik secara 100 % dengan jumlah yang sangat sedikit pula berpotensi besar akan kegagalan hasil panen. Apalagi lahan yang digunakan dedi untuk bercocok tanam tersebut sudah sangat ketergantungan dengan pupuk kimia karena sudah diperlakukan demikian dalam waktu yang cukup lama.

Siapa sangka setelah dedi melakukan pemanenan padi yang digarapnya itu, ternyata mendapaan hasil yang sangat memuaskan yaitu 1 Ton gabah kering dalam luasan lahan yang tersebut diatas, dan hasil melebihi dari musim –musim panen sebelumnya yang menggunakan pupuk lain dengan modal yang tidak sedikit.”papar dedi”

Selain itu dedi dengan tampak wajah yang cukup bahagia menceritakan kepada media ini, bahwa semenjak awal dari pemakaian PCA Endatoe Tani bahwa pertumbuhan padinya sangat cepat dan bagus, anakan padi lebih banyak bahkan hingga proses pemanenan jauh lebih cepat dibandingkan teman petani lainnya yang melakukan penanaman secara serentak.

Saat ditanyakan berapa total biaya yang dikeluarkan dedi membeli pupuk organik untuk seluas lahan yang digarapnya itu, ianya menjawab hanya dua ratus tiga puluh ribu rupiah (230.000) yaitu untuk pupuk organik padat 200.000 dan 30.000 untuk pupuk cairnya. Sementara pada musim tanam sebelumnya dedi menghabiskan biaya Rp.700.000 untuk luas lahan yang sama. “Tutup Dedi

Komentar

Loading...